Anugrah Ristek Teknologi Inovatif untuk Vacuum Fryer

DSC_9329.jpgIstana Wakil Presiden. Dalam sejarah bangsa-bangsa, kemajuan suatu bangsa bukan ditentukan oleh banyaknya sumber daya alam, luasnya tanah yang dimiliki, dan jumlah penduduk yang besar, “Melainkan ditentukan oleh inovasi dalam menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperoleh hasil yang semakin produktif,” ujar Wakil Presiden (Wapres) Boediono pada Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-15 Tahun 2010. Itulah sumber kemajuan suatu bangsa yang tidak pernah habis.

Jika suatu bangsa hanya mengandalkan sumber daya alam, pada saatnya nanti sumber itu akan habis. Mengandalkan sumberdaya manusia pun bukan sembarang manusia. Jika sebuah bangsa memiliki banyak penduduk tapi kualitasnya tidak mumpuni,maka itu hanya akan menjadi beban. Oleh karenanya, Wapres menilai tema Hakteknas tahun ini, Penguatan Sistem Inovasi Nasional, sangat relevan dengan tantangan yang kita hadapi. “Sumber kemajuan yang suistainable bagi suatu bangsa adalah kreativitas inovasi bangsa itu sendiri,” ujar Wapres. Turut hadir dalam peringatan itu Menteri Pendidikan Nasional M. Nuh, Menteri Pertanian Suswono, dan tentu saja Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata sebagai yang empunya hajat.

Wapres lantas menceritakan hasil Retret III Kabinet Indonesia Bersatu II, ketika Ketua Komisi Inovasi Nasional (KIN) Prof. Zuhal yang mempertanyakan kaitan antara kemajuan ekonomi dengan inovasi nasional. Dalam pembahasan dengan Prof. Zuhal, Wapres menjelaskan,”Muncul satu pandangan, bahwa inovasi bermuara pada produktivitas, seperti meningkatkan nilai tambah, dan efisiensi”. Oleh karenanya teknologi dan ekonomi harus terintegrasi.

 

Menaikkan produktivitas berati meningkatkan output dari setiap input. Dari pembahasan itu, muncul kesimpulan bahwa produktivitas adalah link antara teknologi dan ekonomi. “Produktivitas adalah ruang di mana kedua bidang tersebut dapat memainkan perannya,” ujar Wapres. Sedangkan inovasi jika didefinisikan secara luas adalah setiap cara untuk melakukan sesuatu yang dapat meningkatkan produktivitas.

Wapres memberikan contoh pentingnya peningkatan produktivitas pada bidang pertanian, terutama pangan. “Kecukupan pangan terutama untuk dalam negeri, harus mengandalkan kemampuan kita sendiri, terutama dalam kondisi ketidakpastian global seperti sat ini,” tegas Wapres. Kuncinya hanyalah meningkatkan produktivitas. Menambah lahan, orang ,dan pupuk memang akan meningkatkan produksi, tetapi ada batasnya. “Kuncinya adalah perbaikan produktivitas, misalnya perbaikan tata cara menanam, dan  perbaikan infrastruktur,” ujar Wapres.

Inovasi bukanlah proses dalam jangka pendek. “Untuk masalah pangan misalnya, tugas negara untuk mengamankan, bagaimana 20-30 tahun mendatang tetap aman dan memiliki kecukupan pangan,” ujar Wapres.

Pada kesempatan itu, Wapres menyerahkan Anugerah Ristek Daerah Inovatif kepada 10 Pemerintah Kabupaten/Kota. Yaitu:

  1. Kabupaten Bantul, untuk katagori Jaringan Iptek.
  2. Kota Batam,  untuk katagori Iptek Lingkungan
  3. Kabupaten Gianyar,  untuk katagori Kreativitas Iptek
  4. Kabupaten Ogan Ilir,  untuk katagori Kelembagaan Iptek
  5. Kabupaten Sleman,  untuk katagori Sumber Daya Manusia Iptek
  6. Kabupaten Jepara,  untuk katagori Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Iptek
  7. Kabupaten Sragen,  untuk katagori Penerapan Iptek
  8. Kota Magelang,  untuk katagori Cerdas Iptek
  9. Kota Surakarta,  untuk katagori Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Iptek
  10. Kota Palu,  untuk katagori Pengembangan Program Iptek

 

Selain itu, Anugerah Ristek Teknologi Inovatif yang diberikan kepada :

  1. Teknologi Siklon Api Ekonomis, dikembangkan oleh Drs. Sunaryono, M.Sc.,Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara ESDM, Bandung.
  2. Teknologi Perisalah, dikembangkan oleh Oscar Riyandi, dkk, BPPT, Jakarta.
  3. Teknologi Gastrik (Kompos Masa depan), dikembangkan oleh Wahono Handoko, dkk, Bandung.
  4. Teknologi Mesin Penggoreng Vacuum Tipe Horisontal Sistem Jet Air, dikembangkan oleh Anang Lastriyanto, Fakultas Teknik Pertanian Universitas Brawijaya, Malang.

 

Sedangkan penerima Anugerah Ristek Inovator Iptek adalah :

  1. DR. Warsito P. Taruno, Direktur Center for Tomography Research (CTECH Labs), Hasil temuan : Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) pertama di dunia
  2. Dr. Dwinita Larasati, MA, Dosen / peneliti di Program Studi Desain Produk FSRD ITB, Hasil temuan : Penerapan Desain Produk Kontemporer dan Teknologi *Hybrid* pada Produk Bambu.
  3. Prof. Ir. I Nyoman Sutantra, MSc. PhD., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat ITS (LPPM ITS), Hasil temuan : Condensor Dischard Ignition Arus Searah untuk Mesin Putaran Tinggi dan Coil Tegangan Tinggi.
  4. Ir. Mervin T. Hutabarat, M.Sc. PhD., Penanggung Jawab  RUSNAS 2004 – 2009, Kepala Pusat Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi, Hasil temuan : Kwh-meter Prabayar Fasa Tunggal dan Remote Operator Penyulang Outgoing. (Bey Machmuddin)

(http://www.wapresri.go.id/index/preview/berita/558)

Tinggalkan Balasan